Sabtu, 31 Oktober 2009

Bahasa merupakan identitas suatu bangsa yang mencerminkan jati diri bangsa tersebut. Begitu pula bahasa Indonesia yang merupakan identitas dan jati diri bangsa Indonesia. Selain itu juga sebagai budaya dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Indonesia terdiri atas berbagai macam suku, ras dengan wilayah tempat tinggal yang tersebar dari sabang sampai merauke, semua itu merupakan kekayaan bangsa, tidaklogis apabila seluruh penduduk Indonesia mampu menguasai seluruh bahasa daerah yang ada di Indonesia. Oleh sebab itu perlu diperhatikan mengenai pentingnya bahasa Indonesia, seperti pada hakikatnya fungsi bahasa yaitu sebagai alat komunikasi juga sebagai alat pemersatu bangsa, sebagai sarana interaksi antar individu.

Sehubungan dengan peranan bahasa tersebut, dewasa ini Sekolah Berstandar Internasional diterapkan di sekolah-sekolah yang sudah ada. Mengingat peranan bahasa sangat penting di mata dunia, terutama peran bahasa inggris sebagai bahasa internasional, maka Indonesia tidak mau ketinggalan pula.

Dengan perkembangan zaman yang kian cepat dan pesat ini Bahasa inggris mulai populer dikalangan masyarakat dari segala lapisan. Khususnya di sekolah-sekolah yang kini mulai dirintis sebagai Sekolah Bestandar Internasional atau sering disebut SBI. Dengan demikian, kolonialisme bahasa pun mulai tampak. Ini sama hal nya dengan penjajahan bahasa Indonesia oleh bahasa inggris akibat pengaruh globalisasi kemerdekaan yang susah payah di capai oleh para pendahulu akan sia-sia, karena generasi penerusnya tidak mampu menjaga dan melestarikan warisan para leluhur.
Penganaktirian bahasa Indonesia akibat pengaruh globalisme lebih jelas terlihat padasekolah-sekolah di Indonesia yang bergelar SBI. Oleh karena itu, maka tidak memungkiri lahirnya kurikulum baru yang menekankan penggunaan bahasa inggris sebagai bahasa pengantar pada tiap mata pelajaran seperti Matematika, IPA, IPS, dan lain-lain. Dengan demikian apakah mata pelajaran Bahasa Indonesia juga akan diganti dengan pengantar bahasa inggris? Itu sama hal nya dengan pembunuhan budaya sendiri, akibat tidak selektif dalam menerima budaya asing yang masuk ke Indonesia. Akibatnya bahasa Indonesia akan mati di tanahnya sendiri, menjadi warisan pusaka yang tidak terjaga kelestariannya, punah karena terjajah oleh globalisme. Indonesia menjadi bangsa yang kehilangan jati diri dan kepribadiannya.

Hal yang seperti itulah yang akandi pikul Negara Indonesia apabila bangsanya tidak selektif memilih budaya asing yang masuk ke Indonesia. Di era seperti ini sebagai generasi muda hendaknya lebih selektif dalam menerima dan menolak segala macam bentuk globalisme demi masa depan bangsa.

Kamis, 22 Oktober 2009

Pemandangan hijau nan sejuk masih banyak ditemui. Namun tempat wisata yang gratis mungkin sangat jarang dijumpai dibumi jawa khususnya jawa tengah. Ada satu tempatyang cukup menyita perhatian saya. Tempat tersebut berlokasi di kabupaten klaten jawa tengah tepatnya di daerah kawasan wisata janti.

Awalnya menapakkan kaki disana semata-mata hanya karena “iseng” belaka. Dengan sedikit jiwa petualang dan tukang maen,hehe., akhirnya aku tak menolak untuk kesana. Tempat ini sangat cocok untuk liburan keluarga, liburan akhir pecan, liburan dengan orang-orang yang kita cintai untuk menghilangkan penat setelah satu minggu beraktifitas.
Hanya dengan menempuh jarak kurang lebih 20 km dari kota Solo serta tanpa dipungut beaya masuk lokasi, kita sudah dapat berwisata yang murah dan mudah.
Setibanya disana aku terdiam memandang sekeliling, mataku terbelalak mengagumi panorama alam nan hijau.Suara gemericik air nan jernih terus mengalir tanpa surutnya membuat perasaan menjadi tenang. Disana juga ada pemandian air dingin yang berasal dari mata air, dan oleh sebab itu tempat tersebut dinakan “umbul”. Dalam bahasa jawa umbul berarti air yang keluar dari tanah atau mata air. Sedangkan “manten” adalah pengantin. Menurut mitos masyarakat sekitar, dulu pernah ada sepasang pengantin yang bunuh diri di umbul tersebut. Oleh karena it tempat tersebut di beri nama “umbul manten”. Tapi jangan khawatir, itu hanya mitos belaka,selama di sana saya sama sekali tidak merasakan hal-hal yang janggal.

Semilir angina disana nan panas itu membuat diriku semakin terlenakan pesonanya. Seakan menjadi satu kesempurnaan yang tak ternilai harganya.hijaunya dedaunan menyejukkan mata bagi yang memandang sejuknya air yang gemercik membuat dahaga pun terlupa, sesekali aku memandangi jalanan yang begitu ramai oleh lalu lalang kedaraan. Atau menengok anak-anak yang sedang berlarian bermain, air disana.
Tak terasa waktu bergulir begitu cepat Namun, semakin sore aku pun semakin tak ingin pulang. Menurut pengalamam, waktu yang paling tepat untuk berkunjung kesana adalah sore hari. Jiwa serasa menyatu dengan alam.
Namun sangat disayangkan pemkab. disana kurang memperhatikan akan kebersihan dan fasilitas yang ada. Seperti kamar mandi yang tidak berpintu menyebabkan ketidaknyamanan pengunjung dalam berwisata kesana. Apalagi ketika butuh kamar mandi untuk berganti pakaian setelah berenang atau ketika ingin buang air. Terlihat pula pemandangan sampah-sampah nan bertebaran dan menimbun di setiap sudut yang ada merupakan pemandangan yang tak sedap di saksikan ketika berkunjung. Memang pada dasarnya tempat tersebut kurang terawat dan kurang mendapat perhatian dari pemkab sehingga kenyamanan pengunjung kurang di perhatikan.

Template by:
Free Blog Templates